Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Kauman, #MARI_MEMBANGUN_BERSAMA#
 

Talk Show “Ayo Membangun Desa” Jadi Ajang Tunjukkan Perubahan Bojonegoro

Dietta Kurnia Sari 21 Januari 2018 22:06:01 Berita Desa

Kabupaten Bojonegoro mengalami kemajuan sangat pesat. Daerah yang dulunya yang dulunya rawan bencana dan endemic poverty kini berubah menjadi daerah yg pertumbuhan ekonominya merangkak naik.

Keberhasilan itu disampaikan Bupati Bojonegoro Suyoto dalam talk show bertajuk “Ayo Membangun Desa” yang diadakan markplus.inc di Mall Kota Casablanca, Jakarta. Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Desa, Eko Putro Sandjojo, Direktur Utama (Dirut) Bulog, Imam Subowo, founder & Chairman markplus.inc, Hermawan Kartajaya.

Bupati yang familier dipanggil Kang Yoto, itu menjelaskan kunci keberhasilan yang dicapai Bojonegoro adalah optimis dan percaya diri menghadapi kondisi yang ada. Masyarakat Bojonegoro dengan bimbingan pemerintah kabupaten (Pemkab) mengawali langkah dengan menumbuhkan ekonomi desa.

Di antaranya menguatkan ekonomi pedesaan melalui sektor Agrowisata Belimbing di Desa Ringinrejo, dan Jambu Kristal di Desa Padan dan Mori, Kecamatan Trucuk. Dua wilayah itu merupakan area darurat bencana banjir Sungai Bengawan Solo. Setiap tahun wilayah itu selalu kebanjiran.

“Namun dengan adanya agrowisata itu membuat daerah tersebut tidak menjadi daerah yang selalu terpuruk jika bencana datang,” tegas Kang Yoto.

Bahkan hasil buah-buahan tersebut, lanjut Kang Yoto, sekarang bisa dinikmati masyarakat luas melalui supermarket-supermarket besar di Indonesia karena kerjasama pemkab dengan salah satu supermarket ternama di Indonesia beberapa waktu lalu terkait pemasaran hasil buah-buahan Bojonegoro.

“Sekarang ini buah-buahan produk Bojonegoro mengisi pasar-pasar modern di tanah air,” tandas bupati dua peridoe ini.

Dalam kesempatan itu, Kang Yoto menunjukkan kematangan Bojonegoro dalam menghadapi kekeringan dengan membuat 400 an lebih embung guna mengatasi problem panen. Ratusan embung itu dibangun di tanah hibah dari warga melalui kesadaran masing-masing.

“Bagi warga embung ini sangat penting untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Karena itu mereka menghibahkan tanahnya. Dan, pemkab yang menyediakan alat berat untuk membuat embungnya,” jelas Kang Yoto.

Dengan inovasi dan terobosan yang dilakukan ini, kata Kang Yoto, pertumbuhan ekonomi Bojonegoro dalam kurun dua tahun terakhir naik 17% tanpa dipengaruhi indeks resiko gini dengan rumus money follow problem, money for solution, solution for sustainable development.

Di tempat yang sama, Menteri Desa Eko Putro Sandjojo, berpesan untuk mendukung produktivitas desa, diperlukan upaya recofusing pemanfaatan dana desa melalui pengembangan produk unggulan desa, dan produk unggulan kawasan pedesaan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDeS), pembangunan embung dan juga pembangunan sarana olahraga desa.

“Sehingga dana yang diterima desa bisa membawa dampak yang signifikan dalam peningkatan produktivitas pembangunan,” pungkasnya.(mcb)

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Peta Desa

Profil Desa Kauman

Sinergi Program

INFO PILKADES

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Aparatur Desa

Kepala Desa Sekretaris Desa Staf Desa Staff Pemerintahan Desa Kaur Perencanaan Kasi Pelayanan Kasi Pemerintahan Kasi Kesejahteraan Kaur Keuangan Kaur Tata Usaha dan Umum

Chat

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Info Media Sosial

FacebookGoogle PlusYouTubeInstagram